Kamis, 11 Mei 2017

Multimeda dan teknologi informasi

Multimedia adalah kombinasi dari teks, gambar, suara, animasi dan video.
Hasil gambar untuk multimedia
Secara bahasa MULTIMEDIA Terdiri dari dua kata yaitu MULTI dan MEDIA. yang MULTI memiliki arti “banyak”, sedangkan MEDIA memiliki arti “alat atau sesuatu yang di gunakan untuk menyampaian informasi”.
Jadi, menurut bahasa MULTIMEDIA dapat di artikan sebagai alat-alat yang di gunakan untuk menyampaikan informasi. Bukan hanya itu MULTIMEDIA juga memiliki arti suatu sarana yang di dalamnya terdapat suatu kombinasi elemen komunikasi seperti teks, grafik, animasi, video dan lainnya.
Berikut Pengertian Multimedia Menurut Para Ahli.
  • Najjar (1996) : Multimedia adalah Penyampaian informasi menggunakan gabungan dari teks, grafik, suara, video dan animasi.
  • Hofstetter (2001) : multimedia adalah penggunaan komputer  untuk menampilkan informasi yang merupakan gabungan dari teks,  grafik, audio dan video sehingga membuat pengguna dapat bernavigasi,  berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi dengan komputer.
    Selain kombinasi dari objek-objek multimedia tersebut, terdapat juga 4 komponen yang penting lainnya, yaitu:
    1. Adanya komputer untuk mengatur apa yang akan dilihat dan didengar, dan apa yang akan berinteraksi dengan penggunanya.
    2.  Adanya  link-link  yang menghubungkan informasi-informasi yang tersedia.
    3. Adanya  tool-tool navigasi bagi pengguna agar dapat menggunakan informasi yang tersedia.
    4. Adanya prosedur bagi pengguna untuk mengumpulkan, memproses dan menyampaikan informasi dan ide-idenya.
  • Mc Cormick (1996) : Multimedia secara umum merupakan kombinasi 3 element yaitu suara, gambar dan teks.
  • Rosch (1996) : Multimedia adalah Kombinasi dari komputer dan video.
  • Steinmetz (1995) : Multimedia adalah gabungan dari seminimalnya sebuah media diskrit dan sebuah media kontinu. Media diskrit adalah sebuah media dimana validitas datanya tidak tergantung dari kondisi waktu, termasuk didalamnya teks dan grafik. Sedangkan yang dimaksud dengan media kontinu adalah sebuah media dimana validitas datanya tergantung dari kondisi waktu, termasuk di dalamnya suara dan video.
  • Robin dan Linda (2001) : multimedia adalah alat yang dinamis dan interaktif yang menggabungkan antara teks,grafis,animasi,audio,dan video.
  • Turban dan kawan-kawan (2002) : multimedia adalah penggabungan sedikitnya dua media input atau output.Media ini berupa audio,animasi,video,teks,grafik,dan gambar.
  • Zeembry (2008) : multimedia merupakan media elektronik untuk menyimpan dan menampilkan data-data.
  • Vaughan (2004) : Multimedia adalah beberapa kombinasi dari teks, gambar, suara, animasi dan video dikirim ke anda melalui komputer atau alat elektronik lainnya atau dengan manipulasi digital.
  • Wahono (2007) : Multimedia adalah perpaduan antara teks, grafik, sound, animasi dan video untuk menyampaikan pesan ke publik.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasiaudio dan videodengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat melakukannavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia informatika. Selain dari dunia informatika, multimedia juga diadopsi oleh dunia game, dan juga untuk membuat website.
Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di duniapendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri atau otodidak. Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning.
Pada awalnya multimedia hanya mencakup media yang menjadi konsumsi indra penglihatan (gambar diam, teks, gambar gerak video, dan gambar gerak rekaan/animasi), dan konsumsi indra pendengaran (suara) dan juga berupa ( berwujud). Dalam perkembangannya multimedia mencakup juga kinetik (gerak) dan bau yang merupakan konsumsi indra penciuman. Multimedia mulai memasukkan unsur kinetik sejak diaplikasikan pada pertunjukan film 3 dimensi yang digabungkan dengan gerakan pada kursi tempat duduk penonton. Kinetik, dan film 3 dimensi membangkitkan sense realistis.
Baru mulai menjadi bagian dari multimedia sejak ditemukan teknologireproduksi bau melalui telekomunikasi. Dengan perangkat input pendeteksi bau, seorang operator dapat mengirimkan hasil digitizing bau tersebut melalui internet. Komputer penerima harus menyediakan perangkat output berupa mesin reproduksi bau. Mesin reproduksi bau ini mencampurkan berbagai jenis bahan bau yang setelah dicampur menghasilkan output berupa bau yang mirip dengan data yang dikirim dari internet. Dengan menganalogikan dengan printer, alat ini menjadikan feromon-feromon bau sebagai pengganti tinta. Output bukan berupa cetakan melainkan aroma.
2. Konsep Multimedia
Di dalam seni pertunjukan teater yang memanfaatkan lebih dari satu medium sering kali disebut pertunjukan multi media. pertunjukan multimedia tersebut mencakup media monitor video dan karya seni manusia sebagai bagian dari pertunjukan. dalam perkembangan selanjutnya penggunaan istilah multimedia mengalami pedikit perubahan, tadinya memiliki makna seni pertunjukan dengan menggunakan berbagai media beralih keistilah komputer, maka akhirnya multimedia masuk dalam kosa kata komputer.
Konsep multimedia dari waktu kewaktu berubah-ubah pada setiapp masanya. pada era 60-an multimedia diartikan sebagai kumlupan atau gabungan dari berbagai peralatan media yang berbeda untuk digunakan persentasi. Pada tahun 90-an multimdia dimaknai sebagai Transmitting text, audio and graphic in real time. makna yang lebih luan menurut  Gayestik ( 1993 ) multimedia sebagai suatu  sistem komunikasi interaktif berbasis komputer yang mampu menciptakan, menyimpan, menyajikan, dan mengakses kembali informasi berupa text , gerafik, suara, video atau animasi.
3. Kegunaan Multimedia Dalam bidang pendidikan
Media pengajaran digunakan dalam rangka upaya peningkatan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaanya antara lain:
  1. Penggunaan media pengajaran hendaknya dipandang sebagai bagian integral dari suatu sistem pengajaran dan bukan hanya sebagai alat bantu yang berfungsi sebagai tambahan yang digunakan bila dianggap perlu dan hanya dimanfaatkan sewaktu-waktu.
  2. Media pengajaran hendaknya dipandang sebagai sumber belajar yang digunakan dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar-mengajar.
  3. Guru hendaknya benar-benar menguasai teknik-teknik dari suatu media pengajaran yang digunakan.
  4. Guru seharusnya memperhitungkan untung ruginya pemanfaatan suatu media pengajaran.
  5. Penggunaan media pengajaran harus diorganisir secara sistematis bukan sembarang mengunakannya.
  6. Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari macam media, maka guru dapat memanfaatkan multi media yang menguntungkan dan memperlancar proses belajar-mengajar dan juga dapat merangsang siswa dalam belajar.
Beberapa syarat umum yang harus dipenuhi dalam pemanfaatan media pengajaran dalam PBM, yakni:
  1. Media pengajaran yang digunakan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
  2. Media pengajaran tersebut merupakan media yang dapat dilihat atau didengar.
  3. Media pengajaran yang digunakan dapat merespon siswa belajar.
  4. Media pengajaran juga harus sesuai denga kondisi individu siswa.
  5. Media pengajaran tersebut merupakan perantara (medium) dalam proses pembelajaran siswa.
Penggunaan media pengajaran seharusnya mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:
  1. Guru harus berusaha dapat memperagakan atau merupakan model dari suatu pesan (isi pelajaran) disampaikan.
  2. Jika objek yang akan diperagakan tidak mungkin dibawa ke dalam kelas, maka kelaslah yang diajak ke lokasi objek tersebut.
  3. Jika kelas tidak memungkinkan dibawa ke lokasi objek tersebut, usahakan model atau tiruannya.
  4. Bilamana model atau maket juga tidak didapatkan, usahakan gambar atau foto-foto dari objek yang berkenaan dengan materi (pesan) pelajaran tersebut.
  5. Jika gambar atau foto juga tidak didapatkan, maka guru berusaha membuat sendiri media sederhana yang dapat menarik perhatian belajar siswa.
  6. Bilamana media sederhana tidak dapat dibuat oleh guru, gunakan papan tulis untuk mengilustrasikan objek atau pesan tersebut melalui gambar sederhana dengan garis lingkaran

  1. Multimedia dalam Kegunaan Umum
Fungsi Multimedia menurut para pakar.
  1. Mc Know menyatakan bahwa fungsi media adalah :
  • Mengubah titik berat pendidikan formal, yang artinya, dengan media pembelajaran yang sebelumnya abstrak menjadi kongkret, pembelajaran yang sebelumnya teoritis menjadi fungsional praktis.
  • Membangkitkan motivasi belajar.
  • Memperjelas penyajian pesan dan informasi.
  • Memberikan stimulasi belajar atau keinginan untuk mencari tahu .
  1. Menurut Levie dan Lentz fungsi media (khususnya media visual) ada emapt, yaitu :
  • Fungsi atensi (siswa lebih fokus kepada apa yang ia pelajari).
  • Fungsi afektif (dapat diamati dari tingkat “kenikmatan” siswa).
  • Fungsi kognitif (mempercepat pencapaian tujuan pembelajaran untuk memahami dan mengingat pesan/informasi yang terkandung dalam gambar atau lambang visual), dan
  • Fungsi kompensatoris (memberikan konteks kepada siswa yang kemampuannya lemah dalam mengorganisasikan dan mengingat kembali informasi dalam teks. Dengan kata lain bahwa media pembelajaran ini berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat dalam menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dalam bentuk teks (disampaikan secara verbal)) .
  • Rowntree mengemukakan enam fungsi media, yaitu:
  • Membangkitkan motivasi belajar.
  • Mengulang apa yang telah dipelajari.
  • Menyediakan stimulus belajar.
  • Mengaktifkan respon murid.
  • Memberikan umpan balik dengan segera.
  • Menggalakkan latihan yang serasi .
Manfaat Multimedia Dalam Kehidupan Sehari-hari:
  • Bidang Pendidikan
Berikut ini adalah kelebihan-kelebihan yang dimiliki teknologi multimedia untuk menjadi alat bantu pilihan bagi kegiatan belajar-mengajar. Multimedia membuat pelajar mengerti isi pelajaran, Multimedia membuat siswa mengingat dengan mudah tentang isi pelajaran, Multimedia menyampaikan isi pelajaran dengan canggih dan berkesan, Multimedia mampu menjadi sumber pengetahuan, Multimedia mampu menunjukkan dunia sekitar yang kaya dengan ilmu pengetahuan, Multimedia mampu menghibur selama proses pembelajaran, Multimedia membuat terjadinya interakti antara siswa dengan teknologi terkini, Multimedia memberi peluang kepada guru untuk mengubah kaidah pengajaran dan Multimedia membuat proses belajar dan mengajar menjadi lebih menyenangkan.
  • Bidang Kesehatan.
Mempermudah Dokter dan Perawat dalam memonitor kesehatan pasien monitor detak jantung pasien lewat monitor komputer, aliran darah , memeriksa organ dalam pasien dengan sinar X.
  • Bidang Transportasi
Dengan komputer semua jadwal dan jalur penerbangan yang transit dibandara bisa di program dan dijadwalkan dengan komputer. Untuk menerbangkan sendiri pesawat dilengkapi dengan peralatan komputer. Bahkan setelah mencapai ketinggian tertentu pesawat bisa di terbangkan otomatis dengan pilot otomatis yang sudah diprogram di dalam kmputer.
Dengan komputer, narigasi kapal laut  bisa ditentukan koordinat dan arah gerak kapal. Demikian juga penjualan tiket di Bandara , Stasiun , Dan Terminal Bus di layani dengan cepat menggunakan komputer.
  • Bidang Industri Perfilman
Semua efek-efek di dunia akting , animasi, dan penyotingan adegan film semua di rekam dengan perangkat elektronik yang dihubungkan dengan komputer. Animasinya juga di kembangkan mempergunakan animasi yang dibuat dengan aplikasi komputer.
  • Bidang Perdagangan
Multimedia mengubah cara orang berbelanja. Daripada lelah menelusuri toko ke toko lain untuk memperoleh barang dengan ukuran dan corak yang anda inginkan dan kemudian anda harus antri di kasir, dengan layanan teleshopping atau home shopping memungkinkan anda berbelanja dari rumah.

  1. Multimedia Berbasis Layanan Internet

Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan sebagai upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara, merupakan wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya interaksi timbal-balik yang seketika. Siaran bersifat searah, dari nara sumber belajar atau fasilitator kepada pembelajar.
Komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan movie) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih-lebih bila materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan berdasar teknologi Internet, memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke dalam jaringan komputer. Selain aplikasi puncak seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
Layanan tujuan internet dengan protocolnya masing-masing:
  • http (Hypertext Transfer Protocol) Untuk menempatkan dan membaca dokumen- dokumen.
  • https Untuk menempatkan dan membaca dokumen terkunci
  • Pop (Post Office Protokol) Untuk menerima surat elektronit/e-mail
  • ftp (File Transfer Protocol) Untuk mentransfer file antar komputer
  • Gopher Untuk menu-menu yang tersedia di internet
  • Usenet Untuk berpartisipasi dalam grup diskusi
  • Irc (Internet Relay Chat) Untuk teks pesan real-time
  • Smtp Untuk mengirim e-mail
  • Mud (Multi User Dimension) Untuk permainan game real-time






sumber : dienalj

Teknologi Multimedia dan pendidikan

Hasil gambar untuk multimedia
Multimedia berasal dari kata multi dan media. Multimedia berarti banyak media (berbagai macam media), dalam industri elektronika, multimedia adalah  kombinasi dari komputer dan video. Berikut ini adalah kumpulan pengertian multimedia berdasarkan berbagai sumber:
  1. Menurut  Rosch dalam buku M.Suyanto (2005:20) multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks
  2. Menurut McCormick dalam buku M.Suyanto (2005:21) Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media ini dapat audeo (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar.
  3. Menurut Turban dkk, dalam buku M.Suyanto (2005:21) multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video, dengan kata lain multimedia dapat diartikan sebagai seperangkat media yang merupakan kombinasi dari beberapa media yang relevan dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan instruksional.
  4. Sedangkan menurut Hofstetter dalam buku M.Suyanto (2005:21) multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audeo, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan dan tool yang memungkinkan pemakaian melakukan navigasi, berekreasi dan berkomunikasi.
Seiring pesatnya perkembangan teknologi, maka sekarang ini semakin banyak pula perangkat yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Sebagai contoh adalah perangkat komputer. Perangkat ini telah dilengkapi dengan sound card dan CD-Rom yang telah   memenuhi   syarat   sebagai   suatu   perangkat   multimedia,   dan   dapat dikategorikan  sebagai media audio visual.
Penggunaan teknologi multimedia akan sangat membantu dalam upaya meningkatkan motivasi siswa, eksplorasi dan peningkatan materi pelajaran di sekolah ataupun kurikulum. Aplikasi teknologi multimedia dapat berupa tutorial, simulasi, virtualisasi dan semuanya yang dianggap sebagai penunjang untuk mempermudah mendapatkan informasi, transmisi, analisis data dan pengerjaan tugas rutin secara otomatis.

Perangkat-perangkat Multimedia

Pengembangan multimedia yang berkualitas menghendaki satu tim yang terdiri dari beberapa ahli, seperti: akademisi untuk menyajikan materi; desainer pembelajaran untuk merancang pendekatan yang akan dipakai, animator/ahli grafis yang akan merancang visual animasi, bagian produksi yang menyiapkan audio dan klip video dan programmer.
Secara singkat multimedia memiliki perangkat-perangkat sebagai berikut:
  1. CD-ROM atau CD R-W atau DVD-RW atau DVD-ROM yang digunakan untuk memutar film atau lagu dari lempengan CD atau DVD.Alat ini mutlak dimiliki bila komputer akan memasang multimedia.
  2. Sound Card yaitu kartu elektronik yang digunakan untuk mengubah energi listrik menjadi energi suara agar suara yang dihasilkan melalui lempengan CD atau media yang lain dapat dihasilkan melalui speaker.
  3. Speaker digunakan untuk mengeluarkan bunyi yang dihasilkan oleh sound card.

Jenis-jenis Multimedia

Multimedia terdiri dari dua jenis, yaitu multimedia non-interaktif dan multimedia  interaktif. Pada multimedia non-interaktif, pengguna bertindak pasif dan menyaksikan adegan demi adegan secara berurutan. Sementara pada multimedia interaktif ditambah satu elemen lagi yaitu aspek interaktif sehingga pengguna dapat memilih secara aktif adegan yang diinginkan dan juga dapat  bermain dengan simulasi dan permainan yang disediakan. Bentuk pemanfaatan model-model multimedia interaktif dalam pembelajaran dapat berupa drill, tutorial, simulation dan games.
Multimedia memiliki empat komponen penting. Pertama, harus ada komputer yang mengkoordinasikan apa yang dilihat dan yang didengar, yang berinteraksi dengan kita. Kedua, harus ada link yang menghubungkan kita dengan informasi. Ketiga, harus ada alat navigasi yang memandu kita menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung. Keempat, multimedia menyediakan tempat bagi kita untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi dari ide kita sendiri.

Penerapan Multimedia dalam Pembelajaran

Pada dasarnya salah satu tujuan dari pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan multimedia adalah sedapat mungkin menggantikan dan melengkapi tujuan, materi, metode dan alat penilaian yang ada dalam proses belajar mengajar dalam sistem pembelajaran konvensional. Dengan penerapan multimedia ini diharapkan akan mampu memberikan perubahan dalam suasana belajar, sehingga dapat menimbulkan motivasi khususnya dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Aspek multimedia yang dimiliki komputer dapat memberikan rangsangan atau stimulus dalam belajar. Perubahan suasana dalam proses pembelajaran seperti pengadaan animasi gambar yang menarik dan mengarah pada mata diklat, serta iringan musik yang menyertai gambar-gambar dan interaksi yang dibuat, diharapkan dapat dijadikan alternatif untuk membuat siswa lebih termotivasi untuk berkonsentrasi dalam belajar. Ada ungkapan yang mengatakan  bahwa, “We hear we forget, we see we remember, we do we understand.” Mengacu dari ungkapan inilah bahwa jika dalam proses pembelajaran guru memberikan materi didukung dengan perangkat multimedia, maka sangat memungkinkan ingatan siswa akan lebih lama dan memahami materi-materi yang telah diajarkan guru mata diklat.



Daftar Pustaka

Dahar, R.D. (1996). Teori-Teori Belajar. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Hamalik, Oemar (2001). Proses Belajar Mengajar. Jakata : Bumi Aksara.
M. Suyanto (2005). Multimedia Alat Untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing.Yogyakarta : Penerbit Andi
Slameto. (1995). Belajar dan Pokok-pokok yang Mempengaruhinya. Jakarta : Gunung Agung.




sumber:steven

Maraknya CyberCrime incar kartu bangking km hati-hati(carding)

Perkembangan dunia digital dan internet saat ini mempermudahkan transaksi perbankan. Tak perlu report antri di teller bank
maupun mesin ATM, dengan internet banking membuat aktivitas transaksi menjadi lebih mudah dan cepat.
Meski mudah dan terjamin keamanannya, kita harus tetap berhati-hati bertransaksi lewat Internet banking karena munculnya beragam model cybercrime. Salah satu modelcybercrime yang patut diwaspadai adalah phishing, yaitu upaya untuk mendapatkan informasi rahasia orang lain, informasi ini bisa berupa account banking kamu. 
Hasil gambar untuk carding

Misalnya saat kita diundang melakukan login di laman yang menyerupai laman bank untuk mendapatkan user id dan password kita. Kemudian ada malware (malicious software), yakni sebuah aplikasi (software) yang diciptakan untuk mencari kelemahan komputer, yang kemudian dapat mengontrol sistem operasi komputer. Malware yang paling sering kita temui sehari-hari adalah virus dan worm yang akan merusak atau menyembunyikan data di komputer.
Selain itu, terdapat key logger yaitu, suatu cara yang dapat merekam aktivitas pengetikan pengguna. Modelnya dapat berupa software atau hardware dan tujuannya untuk menangkap informasi yang beragam, diantaranya user id atau password.
Untuk mengantisipasi aksi cybercrime, salah satu bank milik negara, BANK BRI, membuat inovasi sistem kemanan berlapis guna melindungi Account Banking nasabahnya. Nasabah yang melakukan transfer atau menerima transfer dana akan menerima notifikasi ke alamat email dan atau nomor handphone terdaftar.
Selain itu, BANK BRI juga menerapkan enkripsi SSL (Secure Socket Layer) yang mengacak data. Dengan fasilitas M-Token yang merupakan rangkaian kode berupa SMS dari sistem BANK BRI untuk nasabah agar bisa bertransaksi dan dikirimkan ke nomor handphone nasabah. Pengiriman m-Token dengan praktis hanya melalui SMS ini selain untuk keamanan, juga untuk kemudahan bertransaksi nasabah karena tidak memerlukan perangkat terpisah.
Sistem keamanan berlapis itulah yang dapat membuat nasabah tidak perlu khawatir untuk bertransaksi menggunakan Internet Banking BRI. Meski begitu, ada hal-hal yang juga perlu diperhatikan nasabah dalam bertransaksi dengan Internet Banking BRI.
Selanjutnya Tips Aman Bertransaksi Internet Banking








sumber : liputan6.com

1.207 Kasus cybercrime terbanyak yang di laporkan ke polisi

Hasil gambar untuk cyber crime 1207 kasus
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggelar jumpa pers akhir tahun 2016. Dari data yang ada, tercatat sebanyak 1.627 kasus yang dilaporkan sepanjang tahun 2016 dan sebanyak 1.138 kasus telah selesai ditangani.
Dari lima Sub Direktorat di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Sub Direktorat Cyber Crime memiliki laporan kasus tertinggi sepanjang tahun 2016. Ada 1.207 laporan dan sudah 699 kasus yang terselesaikan.
“Tercatat ada 1.207 laporan dan sudah 699 kasus yang terselesaikan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 30 Desember 2016.
Ada beberapa kasus cyber crime yang paling menonjol sepanjang tahun 2016 yang ditangani Polda Metro Jaya. Seperti provokator kasus Tanjung Balai, Sumatera Utara. Juga kasus videotron porno dan menjadi perhatian publik pada 2016.
Kasus penyebaran informasi yang dapat menimbulkan kebencian juga marak terjadi sepanjang 2016, salah satunya menjerat seorang dosen salah satu Universitas di Jakarta yaitu Buni Yani.
"Lalu ada juga kasus pengunggah foto Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang disandingkan dengan pimpinan PKI dan pelaku yang merupakan seorang narapidana sudah berhasil diamankan," ujarnya.
Sementara itu, dari Sub Direktorat Industri dan Perdagangan (Indag) terdapat 153 laporan sepanjang tahun 2016 dan sebanyak 150 kasus telah terselesaikan. Adapun kasus yang menonjol dari Subdit Indag sepanjang tahun 2016 adalah kasus obat kedaluwarsa. Pelaku diduga telah mengedarkan dan menjual obat kedaluwarsa yang tidak layak konsumsi dan standar persyaratan perundang-undangan.
"Lalu dari kasus ini polisi melakukan razia besar-besaran di dua lokasi penjualan obat di pasar Pramuka dan Jatinegara untuk mengungkap jaringan sindikat obat kedaluwarsa," katanya.
Selain itu, Subdit Indag juga membongkar pabrik obat dan jamu ilegal di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Kemudian untuk Subdit Fiskal, Moneter dan Devisa dan Moneter (Fismondev), tercatat ada 171 laporan kasus dan 150 kasus sudah terselesaikan.
Sedangkan Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) tercatat ada 103 kasus yang dilaporkan dan 91 kasus yang sudah terselesaikan. Adapun beberapa kasus yang menonjol yang ditangani Subdit Sumdaling Ditreskrimum Polda Metro Jaya yaitu pembongkaran gudang penimbunan tekstil ilegal yang diselundupkan melalui jalur tikus.
"Ada juga kasus kepemilikan satwa langka elang jawa dan harimau yang dimiliki artis Gatot Brajamusti dan pengungkapan kasus pupuk ilegal dan kasus perdagangan bibit lobster," ujarnya.
Sedangkan Subdit Korupsi  mencatat ada 36 laporan kasus yang masuk dan baru lima kasus yang telah diselesaikan.
"Untuk kasus menonjol dari subdit korupsi adalah operasi tangkap tangan Kementerian Perhubungan dan korupsi karnaval asian games 2018 yang dilaksanakan oleh Komite Olimpiade Indonesia yang saat ini masih terus berjalan," katanya.





sumber : viva.co.id

Kapolri Target cybercrime paling banyak

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan percepatan pembentukan Badan Siber Nasional, yang akan memiliki wewenang untuk menangani masalah kegiatan siber di Indonesia. Harapannya, kasus kejahatan di dunia maya dapat ditangani dengan baik.

Hasil gambar untuk t cyber crime
kapolri jendral polisi (Tito Karnavian) pun mendukung pendirian lembaga itu, karena  kejahatan pengguna dunia maya di Indonesia sudah memprihatinkan. "Dunia maya ini target kriminalnya paling banyak. Salah satu negara yang paling banyak terkena dampak kasuscyber crime itu Indonesia," kata Kapolri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Januari 2017.
Tingginya kejahatan di dunia maya merupakan imbas dari banyaknya pengguna internet, dengan sekitar 50 persen dari jumlah populasi memiliki akses ke jaringan. Keberadaan lembaga ini diperlukan untuk melakukan pengawasan secara menyeluruh. "Badan Siber ini kita harapkan bisa mengatur itu," ujarnya.
Tito memastikan, BSN tak akan tumpang tindih dengan tim cyber crimePolri. Sebab wewenang Polri adalah penindakan, sedangkan lembaga itu membuat aturan.
Tito pun mengingatkan masyarakat agar tak menyebarkan berita bohong atau hoax, karena bisa dikenakan pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Baik yang meng-upload, termasuk men-share berita bohong sebetulnya bisa dikenakan pidana," ujarnya menjelaskan.
Kapolri meminta masyarakat agar lebih selektif dan bisa menahan diri untuk menyebarkan berita, jika belum terkonfirmasi kebenarannya. "Apalagi menimbulkan dampak yang merugikan orang, dapat dilaporkan dan ini menjadi kasus pidana berat. Termasuk men-share informasi yang belum tentu benar itu dapat dikenakan pidana, tolong hati-hati," ucapnya.
Sebelum memerintahkan percepatan pendirian BSN, Presiden juga sudah meminta agar media yang kerap menyebarkan berita bohong segera ditindak. "Penegakan hukum harus tegas dan keras untuk hal ini. Dan kita harus evaluasi media-media online yang memproduksi berita-berita bohong tanpa sumber yang jelas, dengan judul yang provokatif dan mengandung fitnah," ujar Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 29 Desember 2016.





sumber:viva.co.id

12 Remaja di Balikpapan Dibekuk karena Terlibat kejahatan Cybercrime (hacker)

Hasil gambar untuk 12 remaja di balikpapan dibekuk karena terlibat cyber crime

Belasan polisi berseragam dan berpakaian preman, Selasa siang, 28 Maret 2017, melakukan penggerebekan di salah satu rumah warna krem dengan nomor 12 RT 19 Kelurahan Damai, Balikpapan.
Belakangan diketahui, ternyata sebagian personel polisi berasal dari Bareskrim Mabes Polri. Sebanyak 12 orang yang berada di dalam rumah tersebut diamankan petugas. Dari informasi yang diperoleh, belasan orang yang diamankan tersebut terlibat dalam kasus cyber crime.
Bahkan kerugian yang diakibatkan oleh para pelaku ditaksir hingga miliaran rupiah.
"Kata polisi mereka itu kayak hacker gitu, mas. Jadi gini, orang beli tiket, mereka transfer. Nah pas transferan, mereka cegat. Dikuras itu, dibobol tengah jalan. Yang rugi itu maskapainya, karena tidak masuk transaksi ke mereka," kata Ketua RT 19 Kelurahan Damai, Balikpapan Kota.
Hingga berita ini dibuat, belasan remaja tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Balikpapan untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.
Laporan: Agust Sabhara (Balikpapan, Kalimantan Timur)







sumber : viva.co.id